Laman

Jumat, 28 September 2012

Folkways

Folkways


Arti kata, folkways adalah tatacara (ways) yang lazim dikerjakan atau diikuti oleh rakyat kebanyakan ( folk ).Maknanya, folkways adalah seluruh norma-norma sosial yang lahir dari adanya pola-pola perilaku yang selalu diikuti oleh orang-orang kebanyakan, di dalam hidup mereke sehari-hari, kaena dipandang sebagai suatu yang lazim.Juga merupakan suatu yang terjadi secara berulang-ulang dan ajeg di dalam realita, dan berangsung-angsung terasa kekuatannya sebagai hal yang besifat standar, yang secara normative wajib dijalani.Dalam kehidupan sehari-hari, seperti berapa kalikah kita harus makan, bagaimanakah santapan pagi, bagaimanakan pakaian ini harus dikenakan, bagaimana tubuh ini harus dibersihkan dan lain-lain.

Folkways yang dilakukan berulang-ulang tidak hanya terbatas pada perbuatan-perbuatan lahir saja, melainkan juga sampai mendalam menjadi kebiasaan-kebiasaan berfikir. Kebiasaan-kebiasan brfikir ini akan memungkinkan warga masyarakatnya mengetahui apa yang akan dilakukan masing-masing di dalam keadaan tertentu. Sehingga seluruh anggota masyarakat akan merasa aman berada di lingkungan masyarakatnya.

Apabila terdapat anggota masyarakat yang melakukan penyimpangan ( dalam berbagai aspek ) maka ia akan dianggap aneh, eksentrik dan sulit dimengerti dan ia akan tersisih dari kontak-kontak sosial.Bila ia telah tersisih dari kontak sosial maka ia akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan fisik maupun ruhaninya.

Sanksi yang melekat pada folkways tidaklah berat, sifatnya tidak formal, bersifat inormal, seperti berupa sindiran, pergunjingan atau olok-olok.Sanksi-sanksi folkways dijatuhkan juga berdasar pada kelaziman yang berlaku dimasyarakat itu sendiri. Walaupun dipandang sangsi folkways dipandang lunak namun dapat berlaku secara komulatif, artinya bila seseorang telah melenggar folkways secara terus-menerus maka ia akan dikenakan sangsi yang semakin berat, Pada akhirnya ia akan disisihkan dari kontak-kontak sosial di masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar